Kamis, 20 Agustus 2009

Tafsir inti surat yusuf

TAFSIR INTI SURAT YUSUF

A. Tentang Surat Yusuf

Surat Yusuf adalah surat ke-12 dalam al-Qur'an -menurut pendapat sementara pemakalah- karena di dalam surat ini menceritakan kisah tentang 12 bersaudara keturunan Ya'kub. Surat ini terdiri atas 111 ayat 1996 kalimat dan 7176 huruf.[1] Surat ini termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Yusuf adalah satu-satunya nama dari surat ini. Ia dikenal sejak masa Nabi Muhammad Saw. Penamaan itu sejalan juga dengan kandungannya yang menguraikan kisah Nabi Yusuf as. Berbeda dengan banyak nabi yang lain, kisah beliau hanya disebut dalam surat ini. Nama beliau –sekedar nama- disebut dalam surat al-An’am dan surat al-Mu’min (Ghafir)[2].

Surat Yusuf turun di Mekah sebelum Nabi Saw. berhijrah ke Madinah. Situasi dakwah ketika itu serupa dengan situasi turunnya surat Yunus, yakni sangat kritis, khususnya setelah peristiwa Isra’ dan Mi’raj di mana sekian banyak yang meragukan pengalaman Nabi Saw. itu; bahkan sebagian yang lemah imannya menjadi murtad. Di sisi lain jiwa Nabi Muhammad Saw. sedang diliputi oleh kesedihan, karena istri beliau Sayyidah Khadijah ra. dan paman beliau Abu Thalib baru saja wafat. Nah, dalam situasi semacam itulah turun surat ini untuk menguatkan hati Nabi Saw.

Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab ad Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf a.s. ini, karena adanya kesesuaian dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.ini.[3] Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf a.s. Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s.a.w. sebagai mukjizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya. Dari cerita Yusuf a.s. ini, Nabi Muhammad s.a.w. mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

B. Isi kandungan surat Yusuf[4]

  1. Keimanan

Kenabian Yusuf a.s. dan mukjizat-mukjizatnya; ketentuan yang berhubungan dengan keagamaan adalah hak Allah semata-mata; qadha Allah tak dapat dirobah; para rasul semuanya laki-laki.

  1. Hukum-hukum

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah; barang dan anak temuan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan; boleh melakukan helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

  1. Kisah-kisah

Riwayat Nabi Yusuf a.s. dan 11 saudaranya dengan orang tua mereka Ya'qub a.s.

  1. Lain-lain

Beberapa sifat dan suri tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s: persamaan antara agama para nabi-nabi ialah tauhid.

C. Hubungannya dengan surat sebelum dan sesudahnya

  1. Hubungan Surat Huud Dengan Surat Yusuf

a. Kedua surat ini sama-sama dimulai dengan aliif laam raa dan kemudian diiringi dengan penjelasan tentang Al Quran.

b. Surat Yusuf menyempurnakan penjelasan kisah para rasul yang disebut dalam surat Hud dan surat Yusuf, kemudian kisah itu dijadikan dalil untuk menyatakan bahwa Al Quran itu adalah wahyu Ilahi; tidak ada lagi sesudah Nabi Muhammad s.a.w. nabi-nabi atau rasul-rasul yang diutus Allah.

c. Perbedaan kedua surat ini dalam menjelaskan kisah-kisah para Nabi ialah bahwa dalam surat Hud diutarakan kisah beberapa orang rasul dengan kaumnya dalam menyampaikan risalahnya, akibat-akibat bagi orang yang mengikuti mereka dan akibat bagi orang yang mendustakan, kemudian dijadikan perbandingan dan khabar yang mengancam kaum musyrikin Arab beserta pengikut-pengikutnya. Dalam surat Yusuf diterangkan tentang kehidupan Nabi Yusuf yang mula-mula dianiaya oleh saudara-saudaranya yang kemudian menjadi orang yang berkuasa yang dapat menolong saudara-saudaranya dan ibu bapanya. Pribadi Nabi Yusuf a.s. ini harus dijadikan teladan oleh semua yang beriman kepada Nabi Muhammad s.a.w.

  1. Hubungan Surat Yusuf dengan Surat ar-Ra'd

a. Dalam surat ini Allah secara umum mengemukakan adanya tanda-tanda keesaan Allah di langit dan di bumi. Didalam surat Ar Ra'd Allah mengemukannya lagi secara lebih jelas.

b. Kedua surat tersebut sama-sama memuat pengalaman nabi-nabi zaman dahulu beserta umatnya. Yang menentang kebenaran mengalami kehancuran sedang yang mengikuti kabenaran mendapat kemenangan.

c. Pada akhir surat Yusuf diterangkan bahwa Al Quran itu bukanlah perkataan yang diada-adakan, melainkan petunjuk dan rahmat bagi orang yang beriman, dan keterangan yang demikian itu diulangi lagi di awal surat Ar Ra'd.

d. Surat Hud mengandung hal-hal yang berhubungan dengan pokok-pokok agama, seperti: Ketauhidan, kerasulan, hari berbangkit, kemudian dihubungkan dengan da'wah yang telah dilakukan oleh para Nabi kepada kaumnya.

D. Inti surat Yusuf

Secara umum, surat ini mengisahkan tentang perjalanan hidup Nabi Yusuf as. Apabila diurutkan secara sistematis, kisah perjalanan Nabi Yusuf yang terekam dalam al-Qur'an adalah sebagai berikut:

1. Mimpi nabi Yusuf as.: (Yusuf [12]:4, 5, 100)

2. Nabi Yusuf as. dan saudara-saudaranya: (Yusuf [12]:7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 58, 59, 60, 61, 65, 69, 70, 71, 77, 80, 89, 90, 91, 92, 93 dan 97).

3. Dibuang ke dalam sumur: (Yusuf [12]: 15).

4. Allah menyelamatkan Yusuf: (Yusuf [12]:19 ).

5. Dijual dengan harga murah: (Yusuf [12]:20 )

6. Perjalanannya ke Mesir: (Yusuf [12]:21)

7. Fitnah isteri pembesar Mesir (Zulaikha): (Yusuf [12]:23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30 dan 32 )

8. Masuk penjara: (Yusuf [12}:32, 33, 35 dan 36)

9. Kenabian Yusuf as.: (al-An'am [6]:84, Yusuf [12]:6, 22, al-Mu'min [40]:34)

10. Menafsirkan mimpi: (Yusuf [12]:6, 21, 36, 37, 41, 46, 47, 48, 49, 101).

11. Dakwah nabi Yusuf as.: (Yusuf [12]:37, 38, 39 dan 40).

12. Raja Mesir dan nabi Yusuf as.

§ Mimpi raja Mesir: (Yusuf [12]:43, 44, 45 dan 46 ).

§ Posisi nabi Yusuf as. di sisi raja Mesir: (Yusuf [12]:50 dan 54).

§ Yusuf as. terbukti tidak bersalah: (Yusuf [12]:28, 51, 52 dan 100).

13. Mengurus baitul mal: (Yusuf [12]:55, 56, 59, 60, 62, 88, 90, 101).

14. Nabi Yusuf as. dan adiknya (Bunyamin)

§ Tuntutan menghadirkan adiknya: (Yusuf [12]:59, 60 dan 61).

§ Membujuk nabi Ya'kub as. agar rela mengutus Bunyamin: (Yusuf [12]:63, 64, 65 dan 66).

§ Siasat nabi Yusuf as.: (Yusuf [12:62, :63, 65, 69, 70, 72, 74, 75, 76, 77, 79, 80, 81 dan 82).

15. Pertemuan anak-anak Israel (Ya'kub): (Yusuf [12]:93, 99 dan 100).

16. Sifat nabi Yusuf as.: (Yusuf [12]:22, 24, 27, 31, 36, 51, 54, 55, 59 dan 78).

17. Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Yusuf as: (Yusuf [12]: 102-110).

Yusuf adalah putra Ya’kub ibnu Ishaq ibnu Ibrahim as. Ibunya adalah Rahil, salah seorang dari tiga istri Nabi Ya’kub as. Ibunya meninggal ketika adiknya (Benyamin) dilahirkan, sehingga ayahnya mencurahkan kasih sayang kepada keduanya melebihi kasih sayang kepada kakak-kakaknya.

Surat Yusuf ini seluruh isinya berkisar pada cerita Nabi Yusuf a.s. dan saudara-saudaranya beserta orang tua mereka. Cara penuturan kisah Nabi Yusuf ini kepada Nabi Muhammad s.a.w. berbeda dengan kisah-kisah nabi-nabi yang lain, yaitu kisah Nabi Yusuf a.s. ini khusus diceritakan dalam satu surat sedang kisah-kisah nabi-nabi yang lain disebutkan dalam beberapa surat. Isi dari kisah Nabi Yusuf a.s. ini berlainan pula dengan kisah-kisah nabi-nabi yang lain. Dalam kisah nabi-nabi yang lain Allah menitik beratkan kepada tantangan yang bermacam-macam dari kaum mereka, kemudian mengakhiri kisah itu dengan kemusnahan para penantang para nabi itu. Didalam kisah Nabi Yusuf a.s ini, Allah s.w.t. menonjolkan akibat yang baik daripada kesabaran, dan bahwa kesenangan itu datangnya sesudah penderitaan. Allah menguji Nabi Ya'qub a.s. dengan kehilangan puteranya Yusuf a.s. dan penglihatannya, dan menguji ketabahan dan kesabaran Yusuf a.s. dengan dipisahkan dari ibu bapanya, dibuang ke dalam sumur, dan diperdagangkan sebagai budak. Kemudian Allah s.w.t menguji imannya dengan godaan wanita cantik lagi bangsawan dan akhirnya dimasukkan kedalam penjara. Kemudian Allah s.w.t. melepaskan Yusuf a.s. dan ayahnya dari segala penderitaan dan cobaan itu; menghimpunkan mereka kembali; mangembalikan penglihatan Ya'qub a.s. dan menghidupkan lagi cinta kasih antara mereka dengan Yusuf a.s.

Yang menjadi inti surat Yusuf ini terdapat pada ayat 3.

نحن نقص عليك احسن القصص بما اوحينا اليك هذ القران وان كنت من قبله لمن الغفلين

Artinya: Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

Kini al-Qur’an mengajak kita menuju kepada kisah yang di wahyukan ini. Allah Swt. Bagaikan berfirman, “kami tahu, masyarakat Arab yang engkau temui, wahai Muhammad, termasuk sahabat-sahabatmu, bermohon kiranya engkau mengisahkan kepada mereka suatu kisah. Orang-orang Yahudi pun ingin mendengarnya. Karena itu, kami kini dan juga di masa yang akan datang akan menceritakan kepadamu kisah untuk memenuhi peremintaan mereka dan juga untuk menguatkan hati dan agar mereka menarik pelajaran. Kisah ini adalah kisah yang terbaik gaya kandungan dan tujuannya. Itu Kami lakukan dengan mewahyukan kepadamu al-Qur’an ini, dan sesungguhnya engkau sebelumnya yakni sebelum Kami mewahyukan sungguh termasuk kelompok orang-orang yang tidak mengetahui. Betapa engkau wahai Muhammad bahkan betapa kamu semua mengetahui, padahal kamu adalah masyarakat yang tidak pandai membaca. Kalaupun pandai, peristiwa yang dikisahkan ini sudah terlalu jauh masanya, sehingga rincian yang diketahui oleh siapapun sungguh banyak yang keliru dan tidak sesuai dengan kenyataan.

(القصص ) al-Qashash adalah bentuk jama’ dari (قصة) qishsah/kisah. Ia terambil dari kata (قصّ) qashsa yang pada mulanya berarti mengikuti jejak. Kisah adalah upaya mengikuti jejak peristiwa yang benar-benar terjadi atau Imajinatif, sesuai dengan urutan kejadiannya dan dengan jalan menceritakannya satu episode, atau episode demi episode.

Kata (الغافلين) al-Ghafilin terambil dari kata (غفل) ghafala yang makna dasarnya berkisar pada ketertutupan. Dari sini, sampul yang berfungsi menutup sesuatu di namai (غلاف) ghilaf, tanah yang tidak dikenal karena tanpa tanda-tanda dinamai (غلف) ghulf dan karena ketiadaan tanda itulah maka orang tidak mengetahuinya. Kata (غافل) ghaafil biasa juga diartikan lengah, yang tidak mengetahui bukan karena kepicikan akal, tetapi karena kurangnya perhatian.[5]

Tujuan utama surat ini menurut al-Biqai adalah untuk membuktikan bahwa kitab suci al-Qur’an benar-benar adalah penjelasan menyangkut segala sesuatu yang mengantar kepada petunjuk, berdasar pengetahuan dan kekuasaan Allah Swt. secara menyeluruh-baik terhadap yang nyata maupun yang ghaib.

Kisah Nabi Yusuf ini merupakan salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s.a.w. sebagai mukjizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.

ذالك من انباء الغيب نوحيه اليك وما كنت لديهم إذ اجمعوا امرهم وهم يمكرون

Artinya: Demikian itu (adalah) diantara berita-berita yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada pada sisi mereka, ketika mereka memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur) dan mereka sedang mengatur tipu daya.

DAFTAR PUSTAKA

Al Hafidz, Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'an al-'Adzim, (Mesir: Dar al-Hadits, 2003). Jilid 2.

Depag RI, Tim Penerjemah al-Qur'an, Al-Qur'an dan Terjemahannya, (Jakarta: Yayasan Penyelenggaraan Penerjemah / Penafsiran Al-Qur'an Depag, 1975).

Nawawi, Marah Labid li Kasyfi Ma'na Qur'anin Majid, (Semarang: Taha Putra, Semarang. T.t). Jilid 1.

Shihab, Quraish, Tafsir al-Mishbah “Pesan, Kesan dan Keserasian al-Quran”, (Jakarta:Lentera Hati, 2000) Jilid 7.



[1] Nawawi, Marah Labid li Kasyfi Ma'na Qur'anin Majid, Taha Putra, Semarang. T.t. Jilid 1. Hal 397

[2]Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah “Pesan, Kesan dan Keserasian al-Quran”, (Jakarta:Lentera Hati, 2000), hal 375

[3] Ibnu Katsir al Hafidz, Tafsir al-Qur'an al-'Adzim, Dar al-Hadits, Mesir: 2003. Jilid 2. Hal: 580

[4] Depag RI, Tim Penerjemah al-Qur'an, Al-Qur'an dan Terjemahannya, Yayasan Penyelenggaraan Penerjemah / Penafsiran Al-Qur'an Depag, Jakarta: 1975. Hal 347

[5] Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah “Pesan, Kesan dan Keserasian al-Quran”, (Jakarta:Lentera Hati, 2000), hal 384

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar